Minggu, 15 Februari 2009
Sabtu, 14 Februari 2009
BUKU GRATIS 1
Penuntun Remaja: Jadi Penulis T.O.P. B.G.T. oleh Arul Khan
SinopsisMenulis adalah sebuah kegiatan yang mudah diucapkan, namun sulit dipraktikkan. Dengan kata lain, gampang-gampang susah! Gampangnya ada orang yang mahir di bidang ini, namun ada juga yang susah bukan kepalang mengawali profesi ini. Tul, nggak? Kalo ngomong doang, sih, mudah. Pas mulai menulis susahnya minta ampun! Satu kata pun langsung hilang ketika hendak dituangkan ke atas kertas. Kalo kamu nggak melulu dicap omdo alias omong doang, coba kamu ikuti perjalanan hati membuat novel dalam buku ini. So, dalam hitungan hari, kamu bakal jadi penulis ngetop dan banjir karya. Penasaran, kan? Gebet aja langsung buku ini!
Download Penuntun Remaja: Jadi Penulis T.O.P. B.G.T. oleh Arul KhanNDUSTRI PERLU BERTINDAK AGRESIF; Produksi Otomotif Turun 50%, PHK Tak Terhindarkan
14/02/2009 08:23:50 JAKARTA (KR) - Industri otomotif nasional baik kendaraan roda empat maupun roda dua, akan menurunkan produksinya sekitar 30-50%. Kondisi ini menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor otomotif tidak terhindarkan lagi. Sementara tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia juga sudah mulai terkena tindakan pengamanan impor (safeguard) dari sejumlah negara pengimpor TPT asal Indonesia sebagai dampak krisis finansial global. "Masalah penurunan order di sektor otomotif sangat tinggi. Estimasi industri otomotif akan menurunkan produksi 30-50%, termasuk sepeda motor hampir sama," kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi di Jakarta kemarin.
Kondisi buruk seperti itu, menurut Sofjan, juga terjadi pada sektor properti di tanah air. Menurutnya, ada sekitar 2 juta unit perumahan yang tidak terjual. "Yang jelas kondisi dunia usaha Indonesia menjadi semakin susah. Orang-orang sudah tidak berani untuk belanja," ujar Sofjan.
Kekhawatiran pengusaha, apabila pemerintah tidak segera menyalurkan stimulus yang telah dijanjikan, terutama stimulus untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 10,2 triliun. Sejauh ini perbaikan infrastruktur yang paling bisa mendukung bertahan keluar dari krisis, karena jika ini dilaksanakan akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. "PHK, menurunkan produksi, mengurangi bahan baku, mengurangi pinjaman, semua dilakukan supaya cash flow (arus kas) perusahaan tetap terjaga," katanya seperti dikutip Antara.
Terkait kondisi saat ini, industri otomotif dan suku cadang Indonesia perlu bertindak agresif untuk meraup keuntungan kompetitif bagi pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Caranya, dengan mempromosikan standardisasi produk dan proses dalam sektor otomotif, serta mengembangkan sistem evaluasi dan sertifikasi.
Hal ini antara lain yang mengemuka dalam diskusi 'Industri Suku Cadang Mobil Indonesia dan Krisis Ekonomi Global: Strategi dan Perspektif' di Wisma Indomobil Jakarta Selatan, Kamis (12/2). "Industri komponen otomotif hanya dapat bertahan dalam krisis ekonomi global dan menjadi lebih maju apabila bisa lebih kompetitif," ujar Walter North, Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Diskusi panel yang disponsori SENADA USAID bersama Society of Automotive Engineers (SAE) International dan sejumlah asosiasi otomotif dan sepeda motor Indonesia ini menitikberatkan bagaimana melewati krisis ekonomi saat ini dan mempersiapkan strategi agar industri ini dapat tumbuh kembali.
Salah satu cara yang diusulkan adalah mengembangkan semacam 'segel kualitas' yang berlaku nasional yang nantinya akan mengarah pada standardisasi industri. QSEAL adalah segel sertifikasi kualitas yang diakui secara nasional dalam pasar suku cadang di Indonesia untuk komponen otomotif non-orisinil yang memenuhi standar yang telah ditentukan industri otomotif.
Kondisi buruk seperti itu, menurut Sofjan, juga terjadi pada sektor properti di tanah air. Menurutnya, ada sekitar 2 juta unit perumahan yang tidak terjual. "Yang jelas kondisi dunia usaha Indonesia menjadi semakin susah. Orang-orang sudah tidak berani untuk belanja," ujar Sofjan.
Kekhawatiran pengusaha, apabila pemerintah tidak segera menyalurkan stimulus yang telah dijanjikan, terutama stimulus untuk pembangunan infrastruktur sebesar Rp 10,2 triliun. Sejauh ini perbaikan infrastruktur yang paling bisa mendukung bertahan keluar dari krisis, karena jika ini dilaksanakan akan mampu menyerap banyak tenaga kerja. "PHK, menurunkan produksi, mengurangi bahan baku, mengurangi pinjaman, semua dilakukan supaya cash flow (arus kas) perusahaan tetap terjaga," katanya seperti dikutip Antara.
Terkait kondisi saat ini, industri otomotif dan suku cadang Indonesia perlu bertindak agresif untuk meraup keuntungan kompetitif bagi pertumbuhan industri otomotif dalam negeri. Caranya, dengan mempromosikan standardisasi produk dan proses dalam sektor otomotif, serta mengembangkan sistem evaluasi dan sertifikasi.
Hal ini antara lain yang mengemuka dalam diskusi 'Industri Suku Cadang Mobil Indonesia dan Krisis Ekonomi Global: Strategi dan Perspektif' di Wisma Indomobil Jakarta Selatan, Kamis (12/2). "Industri komponen otomotif hanya dapat bertahan dalam krisis ekonomi global dan menjadi lebih maju apabila bisa lebih kompetitif," ujar Walter North, Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Diskusi panel yang disponsori SENADA USAID bersama Society of Automotive Engineers (SAE) International dan sejumlah asosiasi otomotif dan sepeda motor Indonesia ini menitikberatkan bagaimana melewati krisis ekonomi saat ini dan mempersiapkan strategi agar industri ini dapat tumbuh kembali.
Salah satu cara yang diusulkan adalah mengembangkan semacam 'segel kualitas' yang berlaku nasional yang nantinya akan mengarah pada standardisasi industri. QSEAL adalah segel sertifikasi kualitas yang diakui secara nasional dalam pasar suku cadang di Indonesia untuk komponen otomotif non-orisinil yang memenuhi standar yang telah ditentukan industri otomotif.
Rabu, 11 Februari 2009
Atasi Motor Mogok Pasca Terendam Banjir
Atasi Motor Mogok Pasca Terendam Banjir
OTOMOTIFNET - Banjir yang mulai menyerang belakangan ini banyak bikin keok sepeda motor yang coba-coba menerjangnya. Nah, kalau sudah apes begitu, biasanya peran bengkel paling diincar. Sebab masih banyak motormania yang bingung kala mengahadapi situasi seperti ini (motor mogok terendam banjir). Alasan lain, gak bawa kunci-kunci tambahan.
"Mana bisa tools standar bawan motor menangani mesin mogok karena kerendam air?" pesimis Irawan, salah satu pembesut Honda Supra X 125 yang beberapa waktu lalu kedapatan jadi korban mogok akibat banjir di daerah Kelapa Gading, Jakut. Trus gimana dong kalau lokasi kejadian jauh dari bengkel?
Eit siapa bilang? "Selama air atau lumpur enggak masuk ke dalam mesin, tools standar yang dibekali pabrik masih bisa kok dipakai untuk menghidupkan mesin kembali," bilang Endro Sutarno, technical service training instructor PT Astra Honda Motor (AHM). Biasanya, lanjut Endro, permasalahan ada di sektor pengapian. Yakni busi dan cop busi kemasukan air, dan itu cukup diatasi dengan melepas busi pakai kunci busi bawaan motor (gbr.1). Lalu bersihkan dan keringkan busi serta cop businya dari air.
Lantas bagaimana bila karburator sampai kemasukan air juga? Tenang ae (aja), tools standar masih bisa mengatasinya juga kok. Malah sebenarnya hanya 2 buah tools yang berperan. Yakni kunci busi dan obeng bolak-balik alias bisa min, bisa plus (gbr.2). "Nah, kalau karburator sampai masuk air, berarti selain mesti buang bensin yang ada di mangkuk karbu, filter udara juga wajib dibersihkan. Dan untuk melakukan itu cuma perlu obeng kembang dan min," jelas Endro. Asalkan baut bodi (untuk motor jenis bebek) belum pernah diganti pakai jenis lain ya.
Dengan obeng kembang, sebelumnya tanggalkan cover sayap dulu. Kemudian masih dengan tools yang sama lepas tutup boks filternya (gbr.3) untuk membersihkan bagian dalam boks filter serta saringannya. Setelah yakin sudah bersih, lanjut dengan membuang bensin yang bercampur air dalam mangkuk karburator. Tak perlu sampai menanggalkan karburatornya kok. Cukup mengendurkan baut pembuangan bensin yang ada di bawah mangkuk karbu pakai obeng min (-) atau plus (+) bila bautnya model kembang.
Jika sudah, kencangkan lagi baut pembuangan tersebut dan pasang lagi tutup boks filter. Oh iya, bila filter udara (terutama jenis elemen) susah untuk dikeringkan, sebaiknya jangan dipasang dulu pada tempatnya. Lalu sebelum memasang busi, sela kick starter beberapa kali (kontak dalam posisi OFF) untuk membuang sisa bensin dalam ruang bakar yang mungkin bercampur air. Setelan itu baru deh pasang businya dan coba hidupkan mesinnya. Grunggg... Berhasil kan?
gbr.1 |
gbr.2 |
gbr.3 |
"Mana bisa tools standar bawan motor menangani mesin mogok karena kerendam air?" pesimis Irawan, salah satu pembesut Honda Supra X 125 yang beberapa waktu lalu kedapatan jadi korban mogok akibat banjir di daerah Kelapa Gading, Jakut. Trus gimana dong kalau lokasi kejadian jauh dari bengkel?
Eit siapa bilang? "Selama air atau lumpur enggak masuk ke dalam mesin, tools standar yang dibekali pabrik masih bisa kok dipakai untuk menghidupkan mesin kembali," bilang Endro Sutarno, technical service training instructor PT Astra Honda Motor (AHM). Biasanya, lanjut Endro, permasalahan ada di sektor pengapian. Yakni busi dan cop busi kemasukan air, dan itu cukup diatasi dengan melepas busi pakai kunci busi bawaan motor (gbr.1). Lalu bersihkan dan keringkan busi serta cop businya dari air.
Lantas bagaimana bila karburator sampai kemasukan air juga? Tenang ae (aja), tools standar masih bisa mengatasinya juga kok. Malah sebenarnya hanya 2 buah tools yang berperan. Yakni kunci busi dan obeng bolak-balik alias bisa min, bisa plus (gbr.2). "Nah, kalau karburator sampai masuk air, berarti selain mesti buang bensin yang ada di mangkuk karbu, filter udara juga wajib dibersihkan. Dan untuk melakukan itu cuma perlu obeng kembang dan min," jelas Endro. Asalkan baut bodi (untuk motor jenis bebek) belum pernah diganti pakai jenis lain ya.
Dengan obeng kembang, sebelumnya tanggalkan cover sayap dulu. Kemudian masih dengan tools yang sama lepas tutup boks filternya (gbr.3) untuk membersihkan bagian dalam boks filter serta saringannya. Setelah yakin sudah bersih, lanjut dengan membuang bensin yang bercampur air dalam mangkuk karburator. Tak perlu sampai menanggalkan karburatornya kok. Cukup mengendurkan baut pembuangan bensin yang ada di bawah mangkuk karbu pakai obeng min (-) atau plus (+) bila bautnya model kembang.
Jika sudah, kencangkan lagi baut pembuangan tersebut dan pasang lagi tutup boks filter. Oh iya, bila filter udara (terutama jenis elemen) susah untuk dikeringkan, sebaiknya jangan dipasang dulu pada tempatnya. Lalu sebelum memasang busi, sela kick starter beberapa kali (kontak dalam posisi OFF) untuk membuang sisa bensin dalam ruang bakar yang mungkin bercampur air. Setelan itu baru deh pasang businya dan coba hidupkan mesinnya. Grunggg... Berhasil kan?
Langganan:
Postingan (Atom)